Sustainable Investing dan 6 Prinsipnya

Jika mencari definisi universal dari konsep sustainable investing, maka kita akan mendapatkan elaborasi pemaknaan yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan pendekatan sebuah organisasi maupun entitas yang memaknai konsep tersebut memiliki latar belakang yang unik dan bervariasi. Latar belakang yang unik dan bervariasi ini menghasilkan pendekatan makna sustainable investing yang berbeda..

Sehingga, apakah ada makna universal yang dapat digunakan untuk memahami konsep sustainable investing modern ini? Apakah ada prinsip yang wajib diikuti dalam praktik sustainable investing?

Principles for Responsible Investment (PRI)

PRI merupakan inisiatif dari Sekretaris Jendral PBB pada tahun 2005, Kofi Annan, untuk menginstitusikan investor-investor terbesar di seluruh dunia. Tujuannya adalah untuk membuat sebuah inisiatif dan kesadaran kolektif dalam mengembangkan tren investasi dunia yang berkelanjutan.

Dengan PRI yang dikenal sebagai inisiatif langsung PBB, maka seharusnya pendefinisian konsep sustainable investing pun dapat dijadikan definisi umum global. Namun kenyataannya, PRI pun tidak serta-merta memberikan definisi langsung tentang konsep sustainable investing.

Pertama, PRI membahasakan konsep sustainable investment dengan frase lain: yaitu responsible investment. Dalam blueprint PRI, telah dirancang dan diformulasikan juga misi utama dari konsep ini:

 

We believe that an economically efficient, sustainable global financial system is a necessity for long-term value creation. Such a system will reward a long-term, responsible investment and benefit the environment and society as whole.”

“Kita semua percaya bahwa sistem finansial dunia yang berkelanjutan dan efisien adalah syarat utama untuk menciptakan nilai dan manfaat yang berkepanjangan. Sistem yang berbeda ini akan memberikan manfaat pada investasi-investasi yang berkelanjutan, yang kemudian akan membuahkan hasil, baik bagi masyarakat maupun lingkungan secara keseluruhan.”

 

Kedua, PRI pun merancang inisiatif-inisiatif yang bisa mengantarkan misi mereka untuk tercapai. Inisiatif-inisiatif tersebut sering dikenal dengan julukan the principles. Adapun penjabaran dari prinsip-prinsip tersebut adalah:

  1. PRI akan mengupayakan isu ESG untuk terintegrasi dengan analisa investasi perusahaan dan proses pengambilan keputusannya;
  2. PRI dan para anggotanya akan menjadi pemilik yang aktif dalam mengupayakan isu ESG untuk terformulasikan dalam perancangan kebijakan dan praktik sebuah perusahaan;
  3. PRI akan mendorong hadirnya penyingkapan masalah yang sesuai yang relevan dengan isu ESG dan entitas yang mendapatkan investasi di dalamnya;
  4. PRI akan mendorong diterimanya dan dimplementasikannya prinsip-prinsip ini dalam industri investasi global;
  5. PRI akan bekerja sama untuk memperkuat keefektivitasan dalam proses implementasi prinsip-prinsip ini; dan
  6. PRI akan melaporkan setiap aktivitas dan proses perusahaan dalam implikasinya terhadap prinsip-prinsip ini.

Sustainable Investing dan Tren Positifnya

Inisiatif ini dimulai dengan mengumpulkan 20 investor terbesar dunia dari 12 negara yang berbeda-beda melalui latar belakang yang bervariasi. UNPRI menuliskan dalam lamannya bahwa pada 2006 PRI hanya memiliki 100 anggota yang telah menandatangani persetujuan mereka atas prinsip sustainable investingnya. Hal ini sangat berbeda dengan tahun PRI tahun 2020 yang memiliki 3000 anggota lebih.

PRI signatory growth 2006-2020

Selama 14 tahun terakhir, tabel di atas telah menunjukkan bahwa jumlah anggota investor yang telah menandatangani dan setuju atas enam prinsip PRI terus memiliki peningkatan yang positif. Hal ini diikuti dengan jumlah pemilik aset dan besarnya skala aset yang dimiliki oleh anggota. Hal ini tentunya menggambarkan tren investasi yang berkelanjutan terus mengalami peningkatan di dunia bisnis.

Sebagai kesimpulan, sustainable investing ternyata memiliki sebuah prinsip umum yang telah populer di kalangan investorterbesar dunia. Popularitas misi maupun prinsip sustainable investment ini dapat dilihat melalui bagaimana tren ini terus memiliki angka kenaikan yang positif pada 14 tahun terakhir.

Dapat dikatakan bahwa, diversitas makna konsep sustainable investment dapat diikat menjadi suatu entitas makna melalui isu ESG sebagai pendorongnya. Sehingga, meskipun perusahaan di dunia memiliki urgensi dan pendekatan yang berbeda, setidaknya terdapat permasalahan tunggal yang serupa pada praktik sustainable investing: Lingkungan, Sosial, dan Manajemen Internal Perusahaan.

Apakah kantor tempatmu bekerja sudah mampu untuk melihat isu ESG dalam praktik responsible investingnya?

***

Baca juga:

  1. 3 Alasan Utama Perusahaan Sulit Berkomitmen pada ESG Investing: Studi Kasus Hong Kong 2017-2018
  2. ESG & Perusahaan: Fiduciary Duty sebagai Perspektif
  3. Apakah Risiko ESG dapat Memengaruhi Bisnis?